Orang Yang Meninggal Dunia (#5144)

Ya Tuhan, diluhurkanlah Dia, Tuhan kasih sayang dan kedermawanan! Kemuliaan bagimu, ya Engkau Tuhanku, Tuhan Yang Maha Kuasa. Aku naik saksi atas kemahakuasaan-Mu dan kekuatan-Mu, kedaulatan- Mu dan kasih sayang-Mu, kurnia-Mu dan kekuatan-Mu, ketunggalan Wujud-Mu dan keesaan Hakikat-Mu, kesucian dan keluhuran-Mu di atas dunia wujud dan segala yang ada di dalam-nya.

Ya Tuhanku, Engkau melihat daku terlepas dari segala sesuatu kecuali Engkau, berpegang teguh kepada-Mu dan menghadap ke samudera rahmat-Mu, ke langit pemberian-Mu dan Surya kurnia-Mu.

Ya Tuhan! Aku naik saksi bahwa di dalam hamba-Mu telah Engkau letakkan Amanat-Mu, dan itulah Roh yang melaluinya, Engkau telah memberi kehidupan pada dunia ini.

Aku memohon kepada-Mu, demi kecemerlangan Surya Wahyu-Mu, agar dengan rahmat-Mu menerima dari dia apa yang telah dicapainya pada hari-hari-Mu. Mungkinkanlah dia dianugerahi dengan kemuliaan keridhoan-Mu dan dihiasi dengan penerimaan-Mu.

Ya Tuhanku! Aku sendiri dan segala yang diciptakan naik saksi atas kekuasaan-Mu, dan aku berdoa kepada-Mu agar jangan dipalingkan dari-Mu, roh ini yang telah naik kepada-Mu, ke tempat surgawi-Mu, ke Firdaus-Mu yang luhur dan ke tempat tinggal kedekatan-Mu, Ya Engkau Raja semua manusia!

Maka, ya Tuhanku, izinkan lah hamba-Mu itu agar dapat bergaul dengan orang-orang pilihan-Mu, orang- orang suci-Mu dan Utusan-utusan-Mu, di tempat-tempat surgawi yang tak dapat dilukiskan oleh pena maupun lidah.
Ya Tuhanku, orang miskin ini sesungguhnya telah bergegas ke Kerajaan kekayaan-Mu, orang asing ini ke rumahnya di dalam lingkungan-Mu, dia yang amat dahaga ini ke sungai surgawi rahmat-Mu. Ya Tuhanku, janganlah dia dijauhkan dari bagian pesta kurnia- Mu dan dari pemberian-pemberian rahmat-Mu. Sesung- guhnya, Engkau Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih dan Maha Dermawan.

Ya Tuhanku, Amanat-Mu telah dikembalikan kepada- Mu. Layak bagi kurnia-Mu dan rahmat-Mu yang meliputi kerajaan-kerajaan-Mu di bumi dan di langit, agar memberi kepada tamu baru ini pemberian-pemberian- Mu dan anugerah-anugerah-Mu dan buah-buah dari pohon kurnia-Mu! Berkuasalah Engkau untuk berbuat apa yang Engkau kehendaki. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Dermawan, Yang Maha Penyayang, Pemberi, Pengampun, Yang Berharga, Yang Maha Tahu.

Aku naik saksi, ya Tuhanku, bahwa Engkau telah memerintahkan kepada manusia untuk menghormati tamu mereka, dan dia yang telah naik kepada-Mu sesungguhnya telah sampai kepada-Mu dan mencapai Kehadiran-Mu. Maka, perlakukanlah dia sesuai dengan karunia dan rahmatMu! Demi kemuliaan-Mu, aku yakin bahwa Engkau tidak akan menahan dari Diri-Mu apa yang telah Engkau perintahkan kepada hamba-hamba- Mu, tak pula Engkau akan menjauhkan dia yang telah berpegang erat kepada tali rahmat-Mu dan telah naik ke Fajar kekayaan-Mu. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Esa, Yang Tunggal, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Ada, Yang Maha Dermawan.

-Bahá'u'lláh
-----------------------

Orang Yang Meninggal Dunia (#5146)

Kemuliaan bagi-Mu, ya Rabi Tuhanku! Janganlah merendahkan dia yang telah Engkau luhurkan dengan kekuasaan kedaulatan-Mu yang abadi, dan jangan- lah dia yang telah Engkau izinkan untuk memasuki kemah keabadian-Mu, dijauhkan dari Engkau. Apakah Engkau akan menyisihkan dia, ya Tuhanku, yang telah Engkau lindungi dengan Ketuhanan-Mu, dan apakah Engkau akan menjauhkan dari-Mu, ya Hasratku, dia yang baginya Engkau menjadi perlindungan?
Dapatkah Engkau menghinakan dia yang telah Engkau muliakan atau melupakan dia yang telah Engkau beri kesanggupan untuk mengingat-Mu? Dimuliakanlah Engkau sebesar-besarnya! Engkau adalah Dia yang untuk selama-lamanya menjadi Raja seluruh alam ciptaan dan Penggerak Utamanya, dan Engkau akan tetap selama-lamanya menjadi Tuhan segala makhluk dan menjadi pula Pengatur mereka. Dimuliakanlah Engkau, ya Tuhanku! Jika Engkau tidak lagi mengasihani hamba-hamba-Mu, lalu siapakah yang akan menunjukkan kasih sayang pada mereka? Dan jikalau Engkau menolak untuk menolong para kekasih- Mu, siapakah yang dapat menolong mereka?
Dimuliakanlah, dimuliakanlah Engkau setinggi- tingginya! Engkau dipuja karena hakikat-Mu dan sesungguhnya, kami semua menyembah Dikau; dan Engkaulah nyata dalam keadilan-Mu, dan sesungguh- nya, kami semua naik saksi pada-Mu. Sesungguhnya, Engkau dicintai karena rahmat-Mu. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Penolong Dalam Bahaya, Yang Berdiri Sendiri.

*"Kematian itu memberikan kepada setiap mukmin yang yakin cawan kehidupan sejati... kematian memberikan hadiah kehidupan abadi". - Bahá’u’lláh

*"Diberkatilah roh itu yang pada saat ia terpisah dari tubuhnya, tersucikan dari khayalan-khayalan orang-orang di dunia. Roh yang demikian itu, hidup dan bergerak sesuai dengan Kehendak penciptanya dan memasuki firdaus yang maha tinggi. Bidadari-Bidadari surga, para penghuni istana terluhur akan berkeliling disekitarnya dan rasul-rasul Tuhan dan orang- orang pilihannya akan mencari pergaulan dengan dia ...Jika seseorang diceritai hal-hal yang telah ditakdirkan bagi roh yang demikian itu di alam-alam Tuhan, ...seluruh wujudnya saat itu juga akan menyala karena kerinduannya untuk mencapai kedudukan yang terluhur, suci dan gemilang itu. ...Keadaan roh setelah mati tidak dapat dilukiskan, tak pula diizinkan dan layak untuk dibukakan seluruh sifatnya kepada mata manusia." - Bahá’u’lláh

*"...Janganlah berputus asa, janganlah merana, janganlah mengeluh, dan jangan pula meratap atau menangis karena kegelisahan dan kesedihan mempengaruhi arwahnya di alam Ilahi...".
‘Abdu’l-Bahá

-Bahá'u'lláh
-----------------------

Orang Yang Meninggal Dunia (#5147)

*"Sembahyang untuk mayat hanyalah satu-satunya Sembahyang wajib Bahá’í yang dilakukan dengan berjamaah, diucapkan oleh seorang mukmin, sedangkan semua yang hadir berdiri diam. Hazrat Bahá’u’lláh telah menerangkan bahwa Salát Jenazah hanya diperlukan bila yang meninggal itu seorang dewasa, dan Sembahyang ini harus dibaca sebelum penguburan jenazah. Tidak wajib menghadap ke Kiblat ketika membaca Sembahyang ini." [Penjelasan dari Kitab-i-Aqdas catatan No 10]

Ya Tuhanku! Inilah hamba-Mu dan putra hamba- Mu yang telah percaya pada-Mu dan pada tanda-tanda- Mu, dan telah menghadapkan wajahnya pada-Mu, terlepas sama sekali dari segala sesuatu kecuali Engkau. Sesungguhnya, Engkaulah yang paling Penyayang dari semua penyayang. Perlakukanlah dia, ya Engkau yang mengampuni dosa-dosa manusia dan menyembunyikan kesalahan-kesalahan manusia, sebagaimana layak bagi langit kedermawanan-Mu dan samudera rahmat-Mu. Izinkanlah dia memasuki lingkungan rahmat-Mu yang luhur yang mendahului berdirinya bumi dan langit. Tiada Tuhan melainkan Engkau, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Dermawan.

Kemudian harus mengucapkan enam kali takbir Alláh’u’Abhá, dan setelah setiap ucapan Alláh’u’Abhá, tiap ayat berikut ini diulang sembilan belas kali * :
Sesungguhnya, kami semua menyembah Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersujud dihadapan Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua berbakti kepada Tuhan. Sesungguhnya, kami semua memuji Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersyukur kepada Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersabar demi Tuhan.

*[Jika yang meninggal itu seorang perempuan, hendak lah dikatakan: Ya Tuhanku! Inilah hamba Wanita-Mu dan putri hamba wanita-Mu dan seterusnya...]

* *Ayat-ayat ini yang merupakan bagian dari Sembahyang Jenazah terdiri dari ucapan Alláh’u’Abhá (Tuhan Yang Maha Mulia) enam kali, setiap kali masing-masing diikuti oleh sembilan belas pengulangan satu dari enam ayat yang khusus diwahyukan. - (Penjelasan dari Kitab-i-Aqdas, catatan No.11)

-Bahá'u'lláh
-----------------------

Orang Yang Meninggal Dunia (#5145)

Ya Tuhanku! Ya Engkau Pengampun dosa-dosa, Penganugerah pemberian-pemberian, Penghalau kesukaran-kesukaran! Sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosa mereka yang telah meninggalkan jasad fana dan telah naik ke alam kerohanian.
Ya Tuhanku! Sucikanlah mereka dari segala kesalahan, hapuskanlah kesedihan mereka, dan ubahlah kegelapan mereka menjadi cahaya. Perkenan- kanlah mereka untuk memasuki taman kebahagiaan, bersihkanlah mereka dengan air yang paling murni dan izinkanlah mereka agar memandang kemuliaan-Mu di atas bukit yang paling tinggi.

-`Abdu'l-Bahá
-----------------------

